BREAKING NEWS

Loading...

Puluhan Hektar Pesawahan Terancam Gagal Panen di Wilayah Utara Kabupaten Bekasi Akibat Kekeringan, Para Petani Datangi Pemkab

Redaksi Justisi.id
Senin, Juli 27, 2026, Juli 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-27T14:29:29Z
'Advertisement'ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Justisi.id || Kabupaten Bekasi- Gelombang keresahan melanda kalangan petani di wilayah utara Kabupaten Bekasi. Sebanyak 300 petani yang berasal dari empat kecamatan mendatangi Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi di Cikarang Pusat. Kedatangan massa aksi ini dipicu oleh krisis air irigasi ekstrem yang telah melumpuhkan aktivitas pertanian mereka selama lebih dari tiga bulan terakhir.

Kondisi kekeringan yang berlangsung lama tersebut memukul keras sektor pertanian setempat. Ribuan hektare lahan persawahan yang menjadi sumber penghidupan utama warga kini mengalami retak-retak akibat 

kekeringan parah. Jika tidak segera mendapat penanganan konkret dari pemerintah daerah, ancaman gagal tanam hingga gagal panen total di depan mata.

Kronologi Aksi dan Jeritan Hati Para Petani
Sejak pagi hari, massa petani telah berkumpul secara tertib di area Pemkab Bekasi. Mereka mengusung satu misi utama: mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi dan instansi teknis terkait untuk segera membuka serta mengalirkan pasokan air ke saluran irigasi primer maupun sekunder yang membentang di wilayah mereka.

Selama berbulan-bulan, pasokan air yang biasa membasahi lahan pertanian mereka mendadak terhenti atau berkurang drastis. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam mengingat mayoritas petani menggantungkan nasib perekonomian keluarga sepenuhnya pada hasil panen padi.

“Kami datang bukan untuk mencari konflik, tetapi meminta hak kami sebagai petani. Sudah lebih dari tiga bulan sawah kami kekeringan, tanaman terancam mati. Sementara kami bergantung pada hasil panen untuk menghidupi keluarga,” ujar Suparman, yang akrab disapa Kepus, salah satu orator aksi yang ditemui di lokasi.

Aksi yang berlangsung damai ini menegaskan bahwa keterlambatan respons dari pemerintah tidak hanya merusak tanaman, tetapi juga berdampak langsung pada ketahanan pangan daerah serta stabilitas ekonomi masyarakat perdesaan wilayah utara khusus nya di Kabupaten Bekasi.


(AS Roni)
Komentar

Tampilkan

Terkini