Normalisasi saluran sekunder cikangkung.
Justisi.id || KARAWANG – Perum Jasa Tirta (PJT) II Seksi Rengasdengklok bersama Pemerintah Kabupaten Karawang menindak tegas pelanggaran sempadan air demi memutus rantai banjir yang kerap meresahkan warga. Kegiatan penertiban bangunan liar sekaligus normalisasi Saluran Sekunder Cikangkung, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., didampingi jajaran Forkopimda, BBWS, Dinas PUPR, DPMPTSP, unsur Kecamatan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Koramil, Polsek, hingga Pemerintah Desa setempat. Penanganan diawali dengan penertiban sebanyak 117 bangunan dan jembatan yang melanggar batas aman saluran sepanjang 1,8 kilometer.
Langkah ini selaras dengan program prioritas Gubernur Jawa Barat, mengingat lokasi ini adalah titik paling rawan banjir yang kerap merendam pemukiman.
Saat ditemui awak media Justisi.id di lokasi pada Rabu (22/07/2026), Kepala Seksi Wilayah Rengasdengklok PJT II, Ade Suherman, menanggapi keraguan warga yang mempertanyakan mengapa penertiban tidak dilakukan sekaligus.
"Bukan karena tidak mau dibongkar, namun saluran ini membentang panjang sekitar 50 kilometer mulai dari Kecamatan Pakis, Batujaya hingga ke Rengasdengklok. Sangat tidak mungkin selesai seketika, maka kami kerjakan bertahap: per-desa, per-kecamatan, per-seksi wilayah," jelasnya.
Sinergi lintas instansi menjadi kunci berjalannya kegiatan ini. Turut mendukung Dinas PUPR SDA, Tim Biru, PLN, serta dukungan penuh BBWS Hadir pula Camat Karawang Barat yang menyatakan akan segera menindak serupa di wilayahnya.
Ade Suherman berharap perbaikan ini menjadi pelajaran berharga.
"Jangan bangun sembarangan, buang sampah pada tempatnya, dan jangan merambah area saluran. Tujuannya satu: agar banjir tak lagi datang ke rumah kita," tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga, mengingat satu seksi saja mengelola 14 kecamatan.
"Kami butuh kerja sama semua pihak. Jangan bangun jika bukan haknya. Mari kita jaga bersama agar air mengalir lancar dan aman," tambahnya.
Diharapkan penanganan bertahap ini tuntas sepenuhnya, sehingga ancaman banjir yang menjadi langganan warga Rengasdengklok dapat teratasi secara permanen.
( Riki )

.jpg)

