justisi.id || Kabupaten Bekasi _ Kondisi jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kampung Cebong Bebulak RT 05 RW 01 Desa Mekar Jaya, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, kini memprihatinkan dan dikeluhkan warga. Jalan yang menjadi akses penting menuju TPU tersebut disebut lumpuh total dan tidak dapat dilalui warga, Minggu (10/5/2026).
Bang Gobar, salah satu warga Kampung Cebong sekaligus perwakilan Ketua Gibas Resort Kabupaten Bekasi, angkat bicara terkait kondisi jalan yang rusak parah tersebut. Menurutnya, akses jalan menuju TPU kini sangat sulit dilalui, bahkan warga harus ekstra hati-hati ketika hendak melintas.
“Jalan menuju TPU tempat pemakaman umum sekarang lumpuh total, tidak bisa dilalui dan dilewati warga sekitar. Kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Bang Gobar dengan nada geram.
Ia menjelaskan, sebelum adanya pembangunan lapangan bola di sekitar lokasi, akses jalan menuju TPU dari arah utara maupun selatan masih dapat digunakan warga, baik oleh pengendara roda dua maupun pejalan kaki. Namun setelah pembangunan lapangan bola dilakukan, kondisi jalan justru semakin parah hingga nyaris tak bisa digunakan sama sekali.
“Dulu sebelum ada pembangunan lapangan bola, jalan menuju TPU masih bisa dipakai warga dari arah utara dan selatan. Tapi sekarang malah lumpuh total. Mirisnya lagi, sudah bertahun-tahun belum juga ada perbaikan dari pemerintah desa,” tegasnya.
Bang Gobar juga meminta secara langsung kepada Kepala Desa Mekar Jaya agar segera mengambil tindakan nyata demi kepentingan masyarakat.
“Sebelumnya saya mohon maaf kepada BP H. Apeng selaku Kepala Desa Mekar Jaya. Kami berharap jalan menuju TPU segera diperbaiki agar akses masyarakat bisa normal kembali,” tambahnya.
Warga sekitar kini berharap Pemerintah Desa Mekar Jaya segera turun tangan dan merealisasikan perbaikan jalan tersebut. Pasalnya, akses menuju TPU sangat dibutuhkan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari maupun keperluan pemakaman warga.
Kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki ini pun memicu kekecewaan masyarakat. Warga berharap jangan sampai akses vital bagi kepentingan umum terus dibiarkan terbengkalai tanpa perhatian serius dari pihak terkait.
( Kholili S )

.jpg)

