BREAKING NEWS

Loading...

drg. Putih Sari Gelar Sosialisasi MBG di Arena Futsal Pebayuran.

Redaksi Justisi.id
Kamis, Mei 07, 2026, Mei 07, 2026 WIB Last Updated 2026-05-07T12:43:09Z
'Advertisement'ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Justisi.id || Bekasi _ Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di Arena Futsal Rumbia, Desa Karangpatri, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Kamis (07/05/2026).
‎Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yang dipandu dirigen Ibu Marcela, kemudian dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Hasyim. Ratusan warga tampak memenuhi lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian sosialisasi.
‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, serta anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi Gerindra, H. Darissalam.
‎Dalam sambutannya, drg. Putih Sari menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
‎Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik sangat penting untuk menunjang tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
‎“Program makan bergizi gratis ini bukan sekadar memberikan makanan, tetapi bagaimana pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup agar tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar drg. Putih Sari di hadapan masyarakat.

‎Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program tersebut agar pelaksanaannya berjalan maksimal dan tepat sasaran. Selain itu, ia menyoroti pentingnya edukasi pola hidup sehat dan pemahaman mengenai makanan bergizi seimbang sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan masalah kesehatan lainnya.

‎Ditempat yang sama, Darussalam anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari partai Gerindra mengatakan program tersebut juga berpotensi membuka peluang kerja baru melalui keberadaan dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sekaligus membantu penyerapan hasil pertanian masyarakat.
‎“Pebayuran dikenal sebagai lumbung padi Kabupaten Bekasi. Dengan adanya program ini, hasil pertanian masyarakat juga bisa lebih terserap,” katanya.
‎Pada sesi pemaparan materi, Erik Dian Nurdiansyah selaku perwakilan KPPG Cirebon menjelaskan bahwa wilayah kerja mereka meliputi Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi hingga Kota Bekasi.
‎Ia menjelaskan Program Makan Bergizi Gratis mulai berjalan sejak awal tahun 2025 dan kini manfaatnya mulai dirasakan masyarakat. Program tersebut menyasar dua kelompok utama, yakni kelompok pendidikan dan non-pendidikan.
‎Untuk kelompok pendidikan, penerima manfaat dimulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan sederajat. Sedangkan kelompok non-pendidikan meliputi ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang menjadi prioritas utama dalam upaya pencegahan stunting.
‎“Kekurangan gizi pada anak dapat dipengaruhi sejak masa kehamilan. Karena itu bumil, busui dan balita menjadi prioritas,” jelas Erik.
‎Ia juga menjelaskan distribusi makanan bergizi dilakukan menyesuaikan jadwal kegiatan belajar di sekolah masing-masing. Sementara untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita, pendistribusian dibantu kader Posyandu di setiap wilayah.
‎Selain itu, pembangunan dapur SPPG dilakukan oleh mitra atau investor yang bekerja sama dengan pemerintah dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp3 miliar.
‎“Pemerintah memberikan insentif operasional sekitar Rp6 juta per hari kepada para mitra yang menjalankan dapur" pungkasnya.


Diakhir acara panitia juga menyediakan door prize bagi para peserta dan acara ditutup dengan do'a bersama.


(AS Roni)

Komentar

Tampilkan

Terkini