Justisi.id || Kabupaten Bekasi _ Pendaftaran pengisian calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangreja, Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi periode 2026–2034 terus bergulir sesuai regulasi, terlihat animo masyarakat yang begitu tinggi, karena telah tercatat sebanyak 15 orang telah mendaftarkan diri sebagai calon anggota BPD, termasuk 6 orang perempuan, 4 keterwakilan wilayah 2 yang mewakili keterwakilan perempuan.
Sejak dibukanya pendaftaran oleh sekretariat panitia dari Tanggal 23 April 2026 dan berlangsung hingga Tanggal 6 Mei 2026 hari ini, ternyata masih ada pendaftar calon anggota BPD yang mengambil momen pada hari akhir penutupan, Rabu, (06/05/2026).
Sungguh luar biasa memang, iring-iringan puluhan warga simpatisan yang ikut menghantar pendaftaran mengalir deras, sehingga suasana di kantor sekretariat berubah menjadi ramai dan hingar bingar, hingga memadati aula kantor desa Karangreja, kendati demikian prosesi tetap berjalan tertib dan lancar.
Lidya Wulandari salah seorang pendaftar dari keterwakilan perempuan mengatakan dirinya sengaja mendaftar pada hari terakhir atau hari penutupan dengan alasan sebuah tindakan yang matang akan pengalaman untuk tidak terjebak dalam kecemasan kolektif, disisi lain dengan mendaftar diakhir memiliki makna atau konsep filosofis "Amor Pati" yang berarti "Mencintai Nasib" serta bentuk penyerahan diri yang aktif terhadap peluang, dan membiarkan semesta yang bekerja sampai batas akhir.
"Sengaja mendaftar pada hari terakhir dengan alasan sebuah tindakan yang matang akan pengalaman untuk tidak terjebak dalam kecemasan kolektif, disisi lain dengan mendaftar diakhir memiliki makna atau konsep filosofis Amor Pati yang berarti Mencintai Nasib serta bentuk penyerahan diri dan membiarkan semesta yang bekerja sampai batas akhir" ungkapnya.
Perempuan yang diketahui salah seorang putri ke 2 dari H.Midi Edys (Kepala Desa Karangreja) ini juga mengharapkan bahwa menjadi anggota BPD bukan hanya seremonial tetapi justru kita harus profesional, bekerja keras untuk merealisasikan aspirasi masyarakat seutuhnya dengan ikhlas, dan tidak melanggar tupoksi dalam bekerja sebagai mitra strategis Pemerintahan Desa.
"Saya berharap menjadi anggota BPD bukan hanya seremonial, tetapi justru kita harus profesional, bekerja keras untuk merealisasikan aspirasi masyarakat seutuhnya, dengan ikhlas, dan tidak melanggar tupoksi dalam bekerja sebagai mitra strategis Pemerintahan Desa" tutupnya
Tak cukup hanya disitu Wulan pun berterimakasih kepada sekretariat panitia yang telah bekerja secara professional dan para simpatisan yang telah ikut menghantarkannya dalam prosesi pendaftaran calon pengisian BPD dengan penuh semangat dan rasa empati yang tinggi.
Rasdianto, Ketua Panitia pendaftaran pengisian calon anggota BPD juga berharap bahwasanya
Dengan tingginya minat pendaftar, diharapkan proses pengisian anggota BPD Karangreja dapat berjalan lancar dan jurdil sehingga menghasilkan para legislator tingkat desa yang berintegritas untuk membawa aspirasi masyarakat yang bertujuan untuk kemajuan desa ke depan.
"Dengan tingginya minat pendaftar diharapkan proses pengisian anggota BPD Karangreja dapat berjalan dengan lancar dan jurdil sehingga menghasilkan para legislator tingkat desa yang berintegritas untuk membawa aspirasi masyarakat yang bertujuan untuk kemajuan desa ke depan" tutupnya.
(AS Roni)

.jpg)

