BREAKING NEWS

Loading...

Serap Aspirasi Warga Pebayuran, Christin Novalia Simanjuntak Siap Kawal Infrastruktur, Pendidikan hingga Lapangan Kerja

Redaksi Justisi.id
Jumat, Oktober 16, 2026, Oktober 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T13:08:07Z
'Advertisement'ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Justisi.id || Kabupaten Bekasi _ Persoalan infrastruktur, pendidikan, layanan kesehatan, hingga sulitnya akses lapangan kerja masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius di Kabupaten Bekasi. Menjawab berbagai persoalan tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar IX Kabupaten Bekasi, Christin Novalia Simanjuntak, turun langsung menemui masyarakat melalui kegiatan Reses Tahun Sidang 2026.

Kegiatan reses yang mengusung agenda pengawasan penyelenggaraan pemerintahan tersebut dilaksanakan di dua titik di Kecamatan Pebayuran pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pertemuan berlangsung di kediaman PAC PDI Perjuangan Desa Bantarjaya, Ma Mun, Kampung Pintu RT 002/RW 003, serta di kediaman PAC PDI Perjuangan Desa Kertajaya, Iwan, Kampung Teko Tengah RT 003/RW 003.

Dalam pertemuan tersebut, Christin yang akrab disapa SNS menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal kedewanan maupun ajang silaturahmi, melainkan kesempatan bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Puji syukur, hari ini kita dapat berkumpul di Desa Kertajaya dan Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran. Terima kasih atas sambutan hangat dari seluruh masyarakat dan pengurus partai,” ujar Christin.

Ia menegaskan, aspirasi masyarakat menjadi bahan penting untuk memperjuangkan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga, terutama di wilayah Pebayuran yang masih membutuhkan pemerataan pembangunan.

“Kehadiran saya di sini adalah untuk mendengarkan aspirasi Ibu dan Bapak semua. Saya akan berjuang di tingkat provinsi agar pembangunan infrastruktur dan peningkatan perekonomian masyarakat di Pebayuran dapat terwujud dengan lebih baik lagi,” tegasnya.

Jalan, Irigasi, Pendidikan, dan Lapangan Kerja Jadi Sorotan

Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan beragam persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah. Aspirasi tersebut mencakup perbaikan jalan lingkungan, peningkatan kualitas jaringan irigasi, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga terbatasnya kesempatan kerja bagi generasi muda.

Warga berharap pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi juga menjangkau pelosok desa. Perbaikan infrastruktur dinilai penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung produktivitas masyarakat, khususnya di kawasan yang bergantung pada sektor pertanian.

Di bidang pendidikan dan kesehatan, masyarakat mengharapkan peningkatan kualitas fasilitas sekolah dan puskesmas agar pelayanan publik semakin mudah dijangkau dan dirasakan manfaatnya secara merata.

Sementara itu, persoalan ketenagakerjaan menjadi perhatian tersendiri. Warga berharap adanya langkah nyata untuk memperluas kesempatan kerja bagi pemuda sehingga mereka memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup dan membantu perekonomian keluarga.

Tegaskan Fungsi DPRD, Aspirasi Warga Harus Dikawal

Christin, yang merupakan anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat bidang kesejahteraan rakyat (Kesra) sekaligus anggota Badan Musyawarah (Bamus), menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat perlu dicatat, dikaji, dan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD.

Menurutnya, tugas wakil rakyat tidak berhenti pada mendengarkan keluhan warga. Aspirasi tersebut harus menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan anggaran, pembentukan peraturan daerah, serta pengawasan terhadap jalannya pemerintahan sesuai dengan kewenangan DPRD Provinsi Jawa Barat.

“Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi tugas saya untuk memperjuangkan suara masyarakat. Tugas saya menyusun anggaran, membuat peraturan daerah, dan mengawasi jalannya pemerintahan. Ceritakan apa yang Bapak Ibu rasakan, terutama terkait pelayanan publik. Saya perjuangkan agar Pebayuran semakin maju dan sejahtera,” ungkapnya.

Ia juga berkomitmen membawa berbagai masukan masyarakat ke dalam pembahasan di DPRD Provinsi Jawa Barat serta mengawal usulan tersebut sesuai dengan kewenangan, prioritas pembangunan, dan kemampuan anggaran pemerintah.

Bagi masyarakat, komitmen tersebut diharapkan tidak berhenti pada forum reses, tetapi berlanjut pada tindak lanjut yang jelas sehingga aspirasi yang disampaikan dapat diperjuangkan secara bertahap.

“Kita ingin Kabupaten Bekasi dan Jawa Barat menjadi daerah yang maju, adil, dan inklusif bagi semua kalangan. Mari kita bergerak bersama untuk Pebayuran yang lebih maju, sejahtera, dan berkembang,” pungkas Christin.

Melalui kegiatan reses di Desa Bantarjaya dan Desa Kertajaya, diharapkan komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat semakin terbuka. Aspirasi warga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari program yang direncanakan, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat hingga tingkat desa.

(Kholili S)
Komentar

Tampilkan

Terkini