BREAKING NEWS

Loading...

Gebrakan Pemenuhan Gizi di Pebayuran, 60 Warga Jadi Sasaran Bantuan Ikan Segar

Redaksi Justisi.id
Sabtu, Oktober 31, 2026, Oktober 31, 2026 WIB Last Updated 2026-10-31T11:27:20Z
'Advertisement'ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Justisi.id || Kabupaten Bekasi _ Upaya mempercepat penurunan angka stunting terus dilakukan melalui program peningkatan asupan gizi berbasis protein ikan. Kali ini, program intervensi tersebut menyasar masyarakat Desa Karang Harja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Karang Harja, Kampung Kobak Ceper, pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB tersebut dipimpin Kepala UPTD Puskesmas Karangharja, dr. Lia Narulitcha. Sebanyak 15 orang hadir dalam kegiatan tersebut, yang melibatkan tenaga kesehatan, tim penyuluh, pendamping, dan warga setempat.

Program ini mengusung upaya optimalisasi sektor perikanan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya melalui pemberian paket ikan segar secara gratis dan berkala kepada warga yang memenuhi kriteria penerima manfaat.

Sasaran program meliputi ibu hamil, remaja putri yang mengalami anemia, serta balita yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Selain itu, bantuan diprioritaskan bagi keluarga yang memiliki anak stunting atau berisiko mengalami masalah gizi, ibu hamil dan menyusui dari keluarga prasejahtera, serta remaja putri penderita anemia atau calon pengantin.

Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat 60 orang yang tercatat sebagai sasaran penerima manfaat program tersebut.

Protein ikan menjadi salah satu sumber pangan yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Melalui program ini, diharapkan masyarakat semakin mudah memperoleh asupan protein hewani sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan gizi seimbang.

Keterlibatan tenaga kesehatan, penyuluh, pendamping, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program serta memastikan bantuan diberikan sesuai kriteria yang telah ditetapkan.

Pemantauan secara berkala juga diperlukan untuk mengevaluasi ketepatan penyaluran bantuan dan perkembangan kondisi gizi kelompok sasaran. Dengan demikian, program optimalisasi sektor perikanan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menekan risiko stunting di wilayah Kabupaten Bekasi.

(Kholili)
Komentar

Tampilkan

Terkini