BREAKING NEWS

Loading...

Wisata Kawasan Mangrove Pasir Putih Cilamaya Karawang Berhasil mencuri Perhatian Pengunjung

Redaksi Justisi.id
Senin, Maret 23, 2026, Maret 23, 2026 WIB Last Updated 2026-03-23T11:45:43Z
'Advertisement'ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Justisi.id || Karawang _ Geliat pariwisata pesisir Kabupaten Karawang mencapai puncaknya pada H+1 Idul Fitri 1447 Hijriah. Kawasan Wisata Hutan Mangrove Pasir Putih yang terletak di Kecamatan Cilamaya Kulon, bertransformasi menjadi lautan manusia saat ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati destinasi edukasi lingkungan tersebut, Minggu (22/03/2026).
‎Meskipun destinasi ini tergolong baru dan belum genap berusia satu tahun, daya pikat perpaduan hutan bakau yang asri dan hamparan pasir putih berhasil menarik minat pelancong lintas kota, mulai dari Subang, Bogor, hingga warga lokal Karawang.
‎Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan—didominasi oleh roda dua—terlihat mengular sejak pagi hari di pintu masuk utama di Desa Pasirjaya. Kurang lebih dari seribu pengunjung tercatat memasuki kawasan ini untuk menikmati suasana libur Lebaran 2026.
‎"Saya sengaja datang dari Subang bersama keluarga. Udara segar dan pemandangan hutan mangrovenya sangat cocok untuk rekreasi anak-anak setelah penat dengan rutinitas Lebaran," ujar Ibu Lilis, salah satu pengunjung asal Kabupaten Subang.

‎Senada dengan itu, Ibu Neng, wisatawan asal Bogor, mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya berkunjung ke pesisir Karawang ini. "Tempatnya seru untuk swafoto dan santai keluarga, meski sangat ramai," ungkapnya.
‎Kehadiran objek wisata Mangrove Pasir Putih ini menjadi bukti nyata bahwa optimalisasi potensi alam desa dapat menjadi mesin ekonomi baru. Para pedagang lokal melaporkan kenaikan omzet yang signifikan sejak destinasi ini dibuka.
‎"Alhamdulillah, meski belum ada setahun dibuka, dampak ekonominya sangat terasa bagi kami pedagang kecil di sini. Bahkan sebelum hari raya pun, arus kunjungan sudah menunjukkan tren positif," ujar salah satu pedagang kuliner pesisir setempat.
‎Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism) di Cilamaya Kulon mampu bersaing dengan destinasi mapan lainnya di Jawa Barat jika dikelola dengan serius.
‎Kawasan wisata hutan Mangrove Pasir Putih bukan sekadar tempat hiburan, melainkan benteng ekologis pesisir Karawang dari abrasi. Namun, lonjakan ribuan pengunjung dalam satu waktu membawa tantangan besar bagi pengelola, terutama dalam hal:
‎Manajemen Sampah: Volume pengunjung yang tinggi berbanding lurus dengan potensi tumpukan sampah plastik yang mengancam ekosistem bakau.
‎Penataan Infrastruktur: Kebutuhan akan area parkir yang lebih luas dan akses jalan yang memadai menjadi urgensi agar tidak terjadi kemacetan total di jalur desa.
‎Keamanan Wisata: Perlunya pengawasan ketat di area bibir pantai dan jembatan mangrove demi keselamatan wisatawan.
‎Warga lokal, seperti Ibu Ijah dari Jatisari, berharap pemerintah daerah dan pengelola terus melakukan pembenahan. "Tempatnya sudah enak, tapi semoga ke depannya lebih tertata lagi, lebih bersih, dan fasilitas penunjangnya ditambah," tuturnya.
‎Keberlanjutan Wisata Mangrove Pasir Putih bergantung pada sinergi antara kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan dan ketegasan pengelola dalam menerapkan regulasi lingkungan. Jika konsisten, bukan tidak mungkin Cilamaya Kulon akan menjadi ikon wisata bahari baru di Jawa Barat.

( Kholili S)
Komentar

Tampilkan

Terkini