Justisi.id || Kabupaten Karawang _ Padel merupakan olahraga raket yang semakin banyak diminati. Permainan ini menggabungkan gerakan memukul bola, berlari, berhenti secara tiba-tiba, mengubah arah, hingga melakukan gerakan maju dan mundur untuk mengejar bola.
Meski terlihat menyenangkan, padel tetap memiliki risiko cedera, terutama jika tubuh belum terbiasa dengan aktivitas fisik tersebut. Risiko ini dapat meningkat pada pemain pemula yang belum memahami teknik permainan, kurang melakukan pemanasan, atau langsung bermain dengan intensitas tinggi.
Sebagai dokter spesialis ortopedi, saya cukup sering menjumpai cedera akibat aktivitas olahraga yang melibatkan gerakan berulang, perubahan arah secara cepat, serta beban pada persendian. Pada permainan padel, beberapa bagian tubuh yang perlu mendapat perhatian adalah lutut, siku, dan pergelangan kaki.
Bagian yang Paling Rentan Mengalami Cedera
1. Lutut
Lutut merupakan salah satu bagian tubuh yang bekerja cukup berat saat bermain padel. Ketika mengejar bola, pemain dapat melakukan gerakan berlari, berhenti mendadak, mengubah arah, melompat, atau melakukan posisi tubuh tertentu untuk mengembalikan bola.
Gerakan-gerakan tersebut dapat memberikan tekanan pada berbagai struktur di dalam lutut, termasuk ligamen, meniskus, dan tulang rawan (kartilago).
Ligamen adalah jaringan kuat yang menghubungkan tulang dengan tulang dan berfungsi membantu menjaga kestabilan sendi. Sementara itu, meniskus merupakan bantalan berbentuk seperti bulan sabit yang berada di antara tulang pada sendi lutut. Meniskus membantu menyerap beban dan mengurangi gesekan ketika lutut bergerak.
Adapun kartilago atau tulang rawan adalah jaringan licin yang melapisi permukaan tulang di dalam sendi sehingga tulang dapat bergerak dengan lebih halus.
Cedera pada struktur-struktur tersebut dapat menimbulkan nyeri, bengkak, rasa tidak nyaman ketika berjalan, atau lutut terasa tidak stabil.
2. Siku
Bagian tubuh berikutnya yang cukup sering mengalami keluhan adalah siku, khususnya sisi luar siku. Salah satu kondisi yang dapat terjadi adalah tennis elbow atau dalam istilah medis disebut lateral epicondylitis. Meskipun namanya mengandung kata "tennis", kondisi ini tidak hanya dialami oleh pemain tenis. Aktivitas olahraga lain yang melibatkan gerakan memukul atau mengayunkan raket secara berulang, termasuk padel, juga dapat menyebabkan keluhan serupa.
Tennis elbow umumnya ditandai dengan nyeri pada bagian luar siku, terutama ketika menggenggam, mengangkat benda, atau melakukan gerakan pergelangan tangan tertentu.
Kondisi ini berkaitan dengan beban berulang pada jaringan tendon di sekitar siku. Tendon adalah jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang. Jika mendapat beban berulang yang melebihi kemampuan tubuh untuk beradaptasi, jaringan tersebut dapat mengalami iritasi dan menimbulkan nyeri.
3. Pergelangan Kaki
Pergelangan kaki atau ankle juga perlu diperhatikan saat bermain padel. Permainan ini menuntut pemain untuk bergerak cepat ke berbagai arah, termasuk maju, mundur, dan menyamping. Perubahan arah yang dilakukan secara tiba-tiba dapat membuat pergelangan kaki menerima beban yang besar. Salah satu cedera yang dapat terjadi adalah keseleo atau sprain, yaitu cedera pada ligamen akibat peregangan atau robekan. Risiko dapat meningkat apabila pemain tidak menggunakan sepatu yang sesuai atau melakukan gerakan dengan teknik yang kurang tepat.
Mengapa Pemain Pemula Lebih Rentan Cedera?
Cedera saat bermain padel tidak selalu disebabkan oleh satu faktor. Pada pemain pemula, salah satu penyebabnya adalah tubuh yang belum terbiasa dengan pola gerakan dan beban olahraga tersebut.
Seseorang yang sebelumnya jarang berolahraga kemudian langsung bermain padel dengan intensitas tinggi dapat mengalami apa yang disebut overuse injury, yaitu cedera akibat penggunaan bagian tubuh secara berulang dengan beban yang melebihi kemampuan adaptasinya.
Selain itu, beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko cedera, antara lain:
• Tidak melakukan pemanasan dengan cukup.
• Teknik bermain yang belum benar.
• Langsung bermain dengan intensitas tinggi.
• Kurang memberikan waktu bagi tubuh untuk beradaptasi.
• Menggunakan sepatu atau perlengkapan yang tidak sesuai.
• Tetap bermain meskipun sudah merasakan nyeri.
Karena itu, pemula sebaiknya tidak terburu-buru mengejar intensitas permainan seperti pemain yang sudah terbiasa.
Cara Mengurangi Risiko Cedera Saat Bermain Padel Cedera olahraga memang tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya. Namun, risikonya dapat dikurangi dengan beberapa langkah sederhana.
1. Lakukan pemanasan
Sebelum bermain, lakukan pemanasan untuk mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas fisik. Pemanasan dapat diawali dengan aktivitas ringan, kemudian dilanjutkan dengan gerakan yang mempersiapkan otot dan sendi untuk bergerak.
2. Tingkatkan intensitas secara bertahap
Bagi pemain yang baru mulai bermain padel, sebaiknya durasi dan intensitas permainan ditingkatkan secara bertahap.
Jangan memaksakan tubuh untuk langsung bermain dalam waktu lama atau dengan intensitas tinggi. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap beban olahraga.
3. Pelajari teknik yang benar
Teknik yang tepat bukan hanya membantu meningkatkan kemampuan bermain, tetapi juga dapat membantu mengurangi beban yang tidak perlu pada sendi dan otot. Karena itu, bagi pemula, belajar dengan pelatih dapat menjadi pilihan yang baik agar gerakan dasar, cara memukul bola, posisi tubuh, serta teknik bergerak dapat dilakukan dengan benar.
4. Gunakan perlengkapan yang sesuai
Gunakan sepatu yang memang sesuai untuk olahraga padel dan memiliki dukungan serta daya cengkeram yang memadai.
Raket juga sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan pemain. Selain perlengkapan, kondisi lapangan juga perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi risiko terpeleset atau salah pijakan.
5. Jangan mengabaikan rasa sakit
Nyeri merupakan salah satu sinyal dari tubuh. Jika saat bermain mulai muncul rasa sakit pada lutut, siku, pergelangan kaki, atau bagian tubuh lainnya, sebaiknya jangan dipaksakan untuk terus bermain.
Melanjutkan aktivitas ketika tubuh sudah mengalami cedera berpotensi memperburuk kondisi.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Cedera?
Jika cedera terjadi saat bermain, langkah pertama adalah menghentikan aktivitas dan mengistirahatkan bagian tubuh yang mengalami nyeri.
Pada cedera yang disertai bengkak, kompres dingin dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Kompres dingin sebaiknya tidak ditempelkan langsung ke kulit; gunakan kain sebagai pembatas.
Bagian tubuh yang mengalami bengkak juga dapat diposisikan lebih tinggi, misalnya dengan menggunakan bantal saat beristirahat atau tidur.
Namun, penanganan awal di rumah bukan berarti semua cedera dapat ditangani sendiri. Jika nyeri atau bengkak tidak membaik, sulit menggerakkan anggota tubuh, tidak dapat menapak, atau keluhan semakin berat, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah cedera hanya mengenai otot atau tendon, atau terdapat cedera pada ligamen, meniskus, tulang rawan, maupun tulang.
Apakah Cedera Saat Bermain Padel Bisa Sembuh?
Sebagian besar cedera olahraga dapat pulih seperti semula apabila mendapatkan penanganan yang tepat. Jenis dan lama pemulihan tentu bergantung pada struktur tubuh yang mengalami cedera serta tingkat keparahannya.
Karena itu, jangan menganggap semua cedera sebagai keseleo biasa. Cedera yang terlihat ringan dari luar terkadang dapat melibatkan struktur di dalam sendi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Prinsip yang penting adalah kenali batas tubuh, jangan memaksakan diri, dan lakukan olahraga secara bertahap.
Padel pada dasarnya merupakan olahraga yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kebugaran. Dengan pemanasan yang cukup, teknik yang benar, perlengkapan yang sesuai, serta peningkatan intensitas secara bertahap, risiko cedera dapat diminimalkan sehingga olahraga dapat dilakukan dengan lebih aman dan menyenangkan.
dr. Heppy Chandra Waskita, Sp.OT. Subsp. PL (K) berpraktek di Primaya Hospital Karawang.

.jpg)

