BREAKING NEWS

Loading...

PLN Perkuat Ketangguhan Warga Hadapi Risiko Banjir di Sekitar GI Tegalherang

Redaksi Justisi.id
Kamis, Agustus 20, 2026, Agustus 20, 2026 WIB Last Updated 2026-08-20T03:46:32Z
'Advertisement'ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Justisi.id || KARAWANG -PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) meresmikan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Tangguh Bencana di Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang,  Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat serta penguatan sarana dan prasarana kebencanaan di wilayah ring 1 Gardu Induk (GI) Tegalherang. Kamis ( 20/8/2026).

Berada di sekitar aliran Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, Desa Sukamakmur memiliki potensi banjir yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menjadi perhatian PLN mengingat GI Tegalherang pernah terdampak banjir, sehingga kesiapan masyarakat di sekitar aset menjadi bagian penting dalam mendukung keberlangsungan operasional.

Manager UPT Bekasi, Indra Kurniawan, mengatakan program ini merupakan bentuk kolaborasi PLN bersama masyarakat dan pemerintah untuk memperkuat kesiapan menghadapi risiko bencana.

“Kami ingin masyarakat di sekitar GI Tegalherang memiliki kapasitas yang memadai untuk menghadapi kondisi darurat. Dengan kesiapan masyarakat dan dukungan sarana yang lebih baik, kami berharap risiko dapat diminimalkan sekaligus mendukung operasional PLN tetap berjalan secara andal,” ujar Indra.

Camat Telukjambe Timur, Ade Setiawan, mengapresiasi dukungan PLN dalam meningkatkan kesiapan masyarakat di wilayahnya.

“Program ini sangat relevan dengan kondisi Desa Sukamakmur. Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana, sehingga desa menjadi lebih siap dan tangguh,” kata Ade.

Sementara itu, Kepala BPBD, Usep Supriatna, menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana.

“Masyarakat merupakan garda terdepan ketika bencana terjadi. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kesiapan di tingkat desa sangat penting agar respons awal dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujar Usep.

Sebagai pendamping program, Direktur Salam AID, Luthfi Kurnia, menekankan bahwa kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum bencana terjadi. Menurutnya, potensi bencana di Desa Sukamakmur merupakan kondisi yang perlu diantisipasi, meskipun waktu kejadiannya tidak dapat dipastikan.

“Potensi bencana di Sukamakmur memang ada, tetapi kapan bencana itu terjadi tidak ada yang tahu. Karena itu, yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan masyarakat sedini mungkin. Ketika kapasitas, pengetahuan, dan sarana sudah tersedia, masyarakat akan lebih siap menghadapi situasi apa pun,” ujar Luthfi.

Melalui Program Desa Tangguh Bencana, PLN UIT JBT mendorong kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, pendamping program, dan masyarakat untuk membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus mendukung operasional ketenagalistrikan yang aman, andal, dan berkelanjutan.


(Rls)
Komentar

Tampilkan

Terkini