Justisi.id | Karawang – Pemilihan6 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang akan digelar pada 20 Agustus 2026 diprediksi berlangsung kompetitif. Di tengah harapan masyarakat terhadap lahirnya wakil rakyat desa yang mampu mengawal kebijakan pemerintah desa secara kritis, muncul nama Hendrik atau yang akrab disapa Mandala Putra sebagai salah satu figur muda yang siap bertarung membawa misi perubahan.
Kemunculan Hendrik menjadi perhatian karena mengusung komitmen memperkuat fungsi BPD sebagai lembaga yang tidak hanya menyerap aspirasi, tetapi juga mengawasi jalannya pemerintahan desa. Komitmen tersebut muncul di tengah harapan sebagian warga agar BPD lebih aktif menjalankan fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran, pelaksanaan pembangunan, hingga pelayanan publik.
Ditemui di kediamannya, Sabtu (1/8/2026), Hendrik yang mendapatkan no urut 2 menegaskan keputusannya maju bukan sekadar untuk meramaikan kontestasi, melainkan ingin memastikan suara masyarakat benar-benar menjadi dasar dalam setiap kebijakan desa.
"Saya ingin menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah desa. Kertasari spirasi warga harus didengar, diperjuangkan, dan diwujudkan dalam program nyata. Visi saya adalah membawa perubahan agar Desa Kertasari lebih maju dan mampu bersaing dengan desa-desa lain di Kabupaten Karawang, khususnya di Kecamatan Rengasdengklok," ujar Hendrik.
Menurutnya, masih banyak potensi desa yang perlu dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Karena itu, ia menilai BPD harus lebih hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat agenda musyawarah berlangsung.
Hendrik juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendorong partisipasi aktif warga dalam setiap proses pembangunan. Ia meyakini pembangunan desa tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat hanya menjadi penonton.
Selain menyampaikan visi, Hendrik mengakui bahwa seluruh janji dan gagasan yang disampaikannya akan menjadi bahan penilaian masyarakat. Karena itu, ia meminta dukungan sekaligus pengawasan dari warga apabila nantinya dipercaya mengemban amanah sebagai anggota BPD.
"Saya tidak ingin hanya datang saat pemilihan. Jika diberi amanah, saya siap menerima kritik, mendengar keluhan warga, dan memperjuangkannya secara terbuka. BPD harus menjadi rumah aspirasi masyarakat, bukan sekadar pelengkap pemerintahan desa," tegasnya.
Menjelang hari pemungutan suara, Hendrik berharap pesta demokrasi tingkat desa dapat berlangsung aman, damai, dan melahirkan wakil rakyat desa yang benar-benar bekerja untuk kepentingan masyarakat.
"Saya mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan menjadikan pemilihan BPD sebagai momentum memilih berdasarkan integritas, kapasitas, dan kepedulian terhadap desa. Siapa pun yang terpilih nantinya harus siap bekerja dan mempertanggungjawabkan kepercayaan masyarakat," pungkasnya.
Reporter: aN Keling

.jpg)

