BREAKING NEWS

Loading...

MIO Karawang Sangat Transparan Selama Dua Bulan Pasca di Lantik, Acara Berjalan Lancar Terus.

Redaksi Justisi.id
Jumat, April 10, 2026, April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-10T15:29:47Z
'Advertisement'ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Justisi.id || KARAWANG - Media Independen Online (MIO) Indonesia Daerah Karawang menggelar acara halalbihalal sekaligus tasyakuran sekretariat di Jalan AR Hakim, Karawang, Jumat (10/4/2026). 

Kegiatan ini dilaksanakan dua bulan setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MIO Indonesia.

Acara berlangsung hangat dan penuh keakraban, menjadi momentum penting bagi para pengurus untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat fondasi organisasi ke depan.

Dalam sambutannya, Ketua MIO Indonesia PD Karawang, Mardiman Ujung, menegaskan komitmennya untuk merealisasikan janji saat Musyawarah Daerah (Musda), yakni menghadirkan sekretariat sebagai pusat aktivitas organisasi.

“Sekretariat ini kami hadirkan sebagai ruang bersama bagi rekan-rekan untuk berdiskusi, bersilaturahmi, dan menggali potensi yang ada,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya soliditas dalam tubuh organisasi. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak terletak pada jumlah pengurus, melainkan pada kualitas dan kekompakan.

“Saya mengajak kita semua untuk membangun soliditas, bukan sekadar solidaritas. Kita tidak mengejar kuantitas, tetapi kualitas. Meski sedikit, yang penting pengurusnya berkualitas,” tegasnya.

Mardiman turut menyampaikan apresiasi kepada Penasihat MIO Karawang, H. Erick H. Kusumah, S.E., serta Dewan Pakar Dr. Eka Yusup, S.I.Kom., M.I. Kom., yang tetap meluangkan waktu untuk hadir di tengah kesibukan masing-masing.

Ia berharap ke depan MIO Karawang dapat menjalin sinergi yang kuat dengan berbagai instansi pemerintah maupun dunia pendidikan di Kabupaten Karawang.

Sementara itu, Penasihat MIO Kabupaten Karawang, H. Erick H. Kusumah, dalam arahannya menekankan makna independensi yang harus tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Independen itu bukan berarti lepas dari tanggung jawab. Justru harus berada dalam koridor kepentingan rakyat dan kemaslahatan umat,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar organisasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi tetap menjaga martabat dan peran dalam mendukung demokrasi.

“Jangan melulu bicara profit, tapi bagaimana kita hadir untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, organisasi akan tumbuh dan berkembang jika didukung oleh soliditas pengurus yang kuat, yang dapat dibangun melalui intensitas pertemuan dan komunikasi.

“Soliditas akan menguatkan organisasi. Semoga MIO mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(**)

( Tirta.S ) 
Komentar

Tampilkan

Terkini