BREAKING NEWS

Loading...

Primaya Hospital Karawang Peringati Hari Ginjal Sedunia

Redaksi Justisi.id
Jumat, Maret 13, 2026, Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-03-12T17:56:46Z
'Advertisement'ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Justisi.id || Karawang - Dalam rangka memperingati World Kidney Day atau Hari Ginjal Sedunia, Primaya Hospital Karawang menggelar kegiatan edukatif bertajuk " Beyond Dialysis: Living fully everyday" pada Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian rumah sakit terhadap pasien penyakit ginjal, khususnya mereka yang menjalani terapi Hemodialisa, agar tetap dapat menjalani hidup secara aktif dan berkualitas meski harus menjalani perawatan rutin.

Penyakit ginjal kerap disebut sebagai silent disease karena pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak penderita baru menyadari adanya gangguan pada ginjal ketika kondisinya telah memasuki tahap lanjut.

Beberapa gejala yang muncul di antaranya pembengkakan pada tubuh, mudah lelah, tekanan darah tinggi, mual, penurunan nafsu, makan serta pola buang air kecil.

Dokter spesialis penyakit Dalam, Supris Yurit Efrin P.M, sc.,sp.pd., yang menjadi pemateri pertama dalam kegiatan tersebut, memberikan pesan penyemangat kepada para pasien Hemodialisa yang hadir.

" Ini bukanlah akhir, justru awal dari babak baru dalam perjalanan hidup, pasien tidak perlu berkecil hati, karena dengan pengelolaan yang baik, dukungan tenaga medis, serta semangat dari keluarga, pasien tetap dapat menjalani hidup dengan penuh makna dan proaktif bersama - sama di Primaya Hospital Karawang" ujarnya.

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa menjalani terapi dialisis bukanlah akhir dari perjalanan hidup, ia juga menyampaikan fakta bahwa sekitar satu dari sepuluh orang di dunia mengalami gangguan ginjal.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat dipicu oleh berbagai kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele, seperti kurang minum air putih, konsumsi garam berlebihan, penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga medis, konsumsi minuman manis dan bersoda secara berlebihan, kurang tidur, hingga stres kronis.

Selain membahas pencegahan penyakit ginjal sesi edukasi juga memberikan pengetahuan khusus bagi pasien yang telah menjalani terapi Hemodialisa. Dokter penanggung jawab layanan Hemodialisa di Primaya Hospital Karawang, Singgih Syahrial. Memaparkan materi mengenai nutrisi terbaik bagi pasien Hemodialisa.

Ia menjelaskan bahwa pengaturan pola makan yang tepat sangat berperan dalam menjaga kondisi tubuh pasien membantu mengontrol kadar cairan serta menjaga keseimbangan nutrisi selama menjalani terapi dialisis secara rutin.

Kegiatan edukasi juga dilengkapi dengan sesi praktek yang di pandu Tim perawat Hemodialisa. Pada sesi ini dibahas mengenai perawatan akses vaskular, khususnya vascular cimino dan CDL yang menjadi akses penting dalam proses Hemodialisa.

Pasien diingatkan untuk menjaga kebersihan area akses, menghindari tekanan berlebih pada lengan yang digunakan untuk cimino, serta rutin memantau kondisi akses vaskular, guna mencegah komplikasi yang dapat menggangu proses terapi.

Melalui kegiatan ini, Primaya Hospital Karawang menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga mendampingi dan memberdayakan pasien Hemodialisa melalui edukasi, dukungan, serta perawatan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan yang menyeluruh, pasien diharapkan dapat menjalani terapi dengan lebih percaya diri dan tetap menjaga kualitas hidup sehari-hari.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa dengan pemahaman yang tepat, dukungan tenaga kesehatan, serta gaya hidup yang lebih sehat, pasien dengan penyakit ginjal tetap memiliki, kesempatan untuk hidup secara penuh, melampaui sekedar menjalani dialisis. 
( Rls).
Komentar

Tampilkan

Terkini