BREAKING NEWS

Loading...

Potret Yang Memprihatinkan: Warga Rengasdengklok, Bertahan Di Rumah Yang Nyaris Roboh

Redaksi Justisi.id
Kamis, Januari 08, 2026, Januari 08, 2026 WIB Last Updated 2026-01-08T09:39:21Z
'Advertisement'ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

 

KARAWANG – Justisi.id Kontras tajam pembangunan di Kabupaten karawang sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia kembali terpotret lewat kehidupan pilu sebuah keluarga di Dusun Tegal Asem, Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok. Ibu Eni dan anak-anaknya terpaksa bertaruh nyawa setiap hari dengan tinggal di hunian yang kondisinya sudah tidak layak huni dan terancam ambruk.
 
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang sangat memprihatinkan. Dinding rumah nampak retak dan tidak lagi kokoh menyangga beban, sementara material atap sudah melapuk dimakan usia. Lantai bangunan yang hancur semakin mempertegas status kemiskinan ekstrem yang dialami keluarga ini.
 
Warga sekitar yang menyaksikan kondisi tersebut mengungkapkan kekhawatiran yang mendalam. Struktur bangunan dinilai sudah mencapai titik kritis di mana keselamatan penghuni menjadi taruhannya.
 
"Kondisi bangunan ini sudah sangat rawan. Kami warga di sini selalu was-was, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Kami takut rumah ini runtuh seketika dan menimpa penghuninya," ujar salah seorang warga setempat, Senin (8/1/2026).
 
Namun, ironi paling mendalam justru terletak pada sistem birokrasi bantuan sosial. Di tengah berbagai program pengentasan kemiskinan yang kerap didengungkan pemerintah daerah, Ibu Eni mengaku seolah terlupakan. Meski rumahnya sering menjadi objek pendataan dan survei, bantuan nyata tak kunjung tiba.
 
“Sudah banyak pihak yang datang, memotret kondisi rumah dan meminta data pribadi kami. Tapi setelah dokumen diserahkan, bantuan yang diharapkan tidak pernah datang,” ungkap Ibu Eni dengan nada bergetar.
 
Hingga saat ini, keluarga tersebut belum pernah mencicipi manfaat dari program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) maupun skema bantuan kesejahteraan lainnya. Hal ini menjadi catatan merah bagi validitas data kemiskinan dan efektivitas pendistribusian bantuan di tingkat desa hingga kabupaten.
 

Kasus Ibu Eni di Rengasdengklok ini menjadi pengingat bagi Pemerintah Kabupaten Karawang bahwa di balik deretan pabrik megah, masih ada warga yang luput dari jangkauan bantuan pemerintah. Kini, harapan satu-satunya bagi keluarga Ibu Eni adalah adanya tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun uluran tangan para dermawan sebelum bencana yang dikhawatirkan benar-benar terjadi.
 
 ( Ricky )
Komentar

Tampilkan

Terkini