Justisi.id || Karawang _ SMPN Negeri 2 Kutawaluya menggelar kegiatan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) bagi seluruh orang tua siswa kelas IX pada Senin, 25 Mei 2026.
Kegiatan ini diadakan karena perlunya pemahaman yang benar dari pihak sekolah, agar Bapak/Ibu wali murid tidak salah memasukan putra-putrinya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, baik itu ke SMA Negeri maupun SMK, yang nantinya akan dijelaskan secara rinci oleh para guru dan tenaga pendidik.
Hal ini disampaikan langsung Kepala Sekolah sekaligus dikonfirmasi kepada justisi.id di lokasi kegiatan. Tujuan utama kegiatan ini agar orang tua semakin paham, bijak menentukan pilihan dan tetap optimis demi masa depan anak-anak.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kutawaluya, Bapak Oman Rusmana, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya mengajak seluruh wali murid untuk berpikir maju dan melihat jauh ke depan demi pendidikan anak.
“Orang tua harus mulai melihat jauh ke depan. Jika rencana anak kita nanti ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, pada umumnya jalur yang banyak dipilih adalah melalui SMA Negeri. Namun perlu diluruskan pemahaman kita: bukan berarti lulusan SMK tidak bisa kuliah. Lulusan SMK pun memiliki hak dan peluang yang sama untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” tegas Bapak Oman Rusmana saat dikonfirmasi justisi.id.
Beliau juga mengingatkan agar orang tua tidak terfokus pada nama sekolah, baik negeri maupun swasta.
“Mau masuk ke SMA Negeri mana pun, kualitas dasarnya sama. Yang paling utama dan paling menentukan kesuksesan itu satu: anaknya harus mau belajar. Jangan hanya mengandalkan Bapak Ibu Guru semata, karena bantuan dari pihak sekolah tentu ada keterbatasannya. Kerjasama dan peran aktif orang tua di rumah adalah kunci keberhasilan yang sesungguhnya,” tambahnya kepada justisi.id.
Secara mendetail, Bapak Oman Rusmana juga menjelaskan perbedaan mendasar antara sekolah negeri dan sekolah swasta, serta kelebihan masing-masing, supaya wali murid bisa memilih tempat pendidikan yang paling pas dengan minat, bakat, serta kemampuan keluarga.
Terkait proses pendaftaran SPMB tahun ini, Kepala Sekolah memberikan kemudahan dan kebebasan.
“Untuk urusan pendaftaran SPMB, jika Bapak Ibu mampu dan bisa mendaftarkan sendiri secara mandiri, kami ucapkan terima kasih dan merasa sangat senang serta alhamdulillah. Namun apabila ada kendala, kesulitan atau belum paham cara mendaftarnya, jangan ragu untuk menghubungi atau datang ke sekolah, kami siap membantu dan mendampingi sampai selesai,” ujarnya lagi saat berbincang dengan tim redaksi justisi.id.
Di akhir sambutannya mewakili seluruh guru dan staf, beliau menyampaikan permohonan maaf tulus kepada seluruh wali murid yang hadir.
“Selama kurang lebih tiga tahun anak-anak belajar bersama kami, jika ada pelayanan yang kurang memuaskan, keterbatasan waktu, fasilitas atau hal lain yang kurang berkenan, saya pribadi memohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Ibu sekalian.”
Kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan penuh semangat, wali murid tampak lebih paham, tenang dan siap mendampingi anak menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Penulis : Ricky

.jpg)

